Hukum Mandi Sambil Bernyanyi

Ilustrasi
 
DESKRIPSI MASALAH
Dengan air yang mengalir lembut, saya masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama setelah menyentuh air, saya mulai bernyanyi dengan riang. Suara gemericik air menjadi latar yang sempurna untuk melantunkan lagu-lagu favorit.
Dengan sabun dan sampo di tangan, saya terus melanjutkan serenadku pada pancuran air yang menyegarkan. Setiap not yang saya teriakkan disertai oleh tetesan air yang memainkan ritme uniknya. Saya merasa seolah-olah berada dalam panggung pribadi di tengah hujan melodi air.
Saat suara nyanyian terbawa oleh uap hangat, saya merasakan energi positif menyelimuti tubuh. Mandi sambil bernyanyi tidak hanya membersihkan tubuh, tetapi juga mengisi hati dengan kebahagiaan.

PERTANYAAN
Bagaimana hukum bernyanyi saat mandi?

JAWABAN
Dalam kitab sudah masyhur dijelaskan ketika kita sedang kencing dan atau buang air besar, salah satu yang dianjurkan adalah berdiam diri tanpa perlu berbicara apa pun, kecuali dalam keadaan darurat seperti memperingati orang buta yang akan jatuh atau semacamnya.
Maka dalam hal ini, hukum bernyanyi saat mandi apabila tidak ada mudharat hukumnya adalah MAKRUH

REFERENSI 
Tekan gambar lalu pilih tab baru untuk memperjelas harkat
تحفة الحبيب على شرح الخطيب الجزء الأول ص: ٢٨٥
(ولا يتكلم على البول والغائط) أي يسكت حال قضاء الحاجة فلا يتكلم بذكر ولا غيره أي يكره له ذلك إلا لضرورة كإنذار أعمى فلا يكره بل قد يجب قوله ( حال قضاء الحاجة ) ليس قيدا فالمعتمد الكرامة مطلقا بمجرد الدخول ولو يغير قضائها كأن دخل لوضع إبريق مثلا أو ليتراج أو طال دهليزه وفي شرج ابن قاسم العبادي على المثن ما يوافق كلام الشارح وهو مرجوح كما علمت

حاشية البجيرمي على المنهاج الجزء الأول ص: ٢١٤
( و ) أن ( يسكت ) حال قضاء حاجته عن ذكر وغيره فالكلام عنده مكروه إلا لضرورة كإنذار أغنى فلو عطش حمد الله تعالى بقلبه ولا يحرك لسائه وقد روى ابن حبان وغيره خبر النّهي عن التحدث على الغائط ( قوله حال قضاء حاجته ) ليس بقيد فالمعتمد الكراهة حال قضاء حاجته وقبله وبعده لأنّ الآداب للمحل

Posting Komentar

0 Komentar