Pemahaman Salah yang Cukup Populer

Terjemah Hikmatut Tasyrik wa falsafatuhu bagian 4

Pemahaman Salah yang Cukup Populer

Banyak yang mengatakan, “Jika agama itu wajib bagi semua manusia: baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat, karena ia menjamin setiap kebutuhannya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, lalu mengapa kita masih menyaksikan banyak orang yang tersesat dan kebingungan. Tidak sedikit orang yang masuk dalam perangkap perselisihan keyakinan sehingga mereka terus menerus berselisih dan berdebat. Masing-masing penganut agama mengemukakan argumentasi untuk membolehkan menentang setiap orang yang berbeda keyakinan, bahkan hingga terjadi pertumpahan darah dan pertempuran

Silahkan klik gambar, kemudian pilih tab baru untuk memperjelas maknanya


Kita juga masih banyak melihat umat satu agama terpecah dan masing-masing kelompok fanatik dengan madzhabnya sendiri. Terjadi permusuhan yang merusak kebersihan jiwa dan menimbulkan bencana. Jika agama itu mutlak bagi semua manusia: baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat, karena ia menjamin dapat memenuhi segala kebutuhan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat, lalu mengapa kita masih banyak menemukan hati yang dipenuhi ketamakan, permusuhan, senang kepada kejahatan dan menjauhi kebaikan yang merupakan bencana dan kerusakan besar? Mengapa kita masih banyak mendapatkan agama sebagai pemicu terjadinya pertentangan dan permusuhan. Padahal Anda mengatakan agama itu menjamin kemaslahatan manusia dalam segala hal?”

Silahkan klik gambar, kemudian pilih tab baru untuk memperjelas maknanya


Penulis menjawab, “Sebentar, saudara! Ketahuilah, apa yang terjadi dan yang engkau saksikan itu muncul setelah wafatnya para rasul. Agama jatuh ke tangan kaum yang tidak memahami maknanya karena dangkalnya pemahaman. Atau mereka diberi ilmu oleh Allah tetapi mereka ahli bidah, pembangkang atau berlebihan dalam bersikap. Atau agama belum mewarnai kalbunya, sementara wawasan mereka masih sempit tentang rahasia yang dikandung ajarannya. Dengan tanpa didasari ilmu yang mapan, mereka menafsirkan apa yang diinginkan oleh Allah yang menurunkan syariat dan tidak memahami seperti yang dipahami Rasul dan yang dipahami oleh para pengikut manhajnya terdahulu.

Silahkan klik gambar, kemudian pilih tab baru untuk memperjelas maknanya


Kedudukan para rasul laksana akal bagi manusia. Bahkan lebih tinggi dari itu. Kita saksikan banyak manusia, melalui pandangannya berusaha melihat yang baik dan yang buruk, membedakan mana jalan yang berliku dan berbahaya, mana jalan yang mudah dan aman, tetapi mereka salah dalam menganalisisnya. Penyebabnya adalah karena mereka mengabaikan bimbingan, membangkang atau keras hati, sekalipun mereka telah disodorkan 1000 bukti atas kesalahannya tersebut.

Jadi, kesalahan bukan pada agama, melainkan pada pelaksana dan para penyerunya yang memasukkan sesuatu yang bukan bagian dari agama ke dalam agama dan mengeluarkan dari agama sesuatu yang sebenarnya merupakan intisari agama itu sendiri. Kita tidak pernah mendengar ada seorang rasul datang membawa agama yang kurang atau tidak mampu memenuhi kebutuhan umat manusia.

Hawa nafsu dan keterbatasan pemahamanlah yang menjadi faktor pertentangan dan perseteruan. Hanya orang-orang yang dianugerahi cahaya oleh Allah yang terhindar darinya. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (Al-Baqarah: 26)

Silahkan klik gambar, kemudian pilih tab baru untuk memperjelas maknanya


Tidak boleh kita mengatakan bahwa mereka yang sempit pemahamannya tentang rahasia agama yang hanif masuk ke kelompok orang-orang fasik (dalam ayat di atas). Karena mereka adalah kelompok lain. Mereka adalah penganut agama sesuai tingkatan pemahamannya.

Jadi, pertentangan dan berbagai bidah itu timbul setelah masa para rasul. Setiap ajaran yang dibawa oleh mereka dapat menjamin kebutuhan manusia sepanjang zaman dan di setiap tempat. Jika Anda telah mengetahui hal ini, tidak ada lagi kemusykilan. Berarti Anda telah mengetahui penyakit dan obatnya sekaligus. Semoga Allah memberi bimbingan kepada kita sehingga dapat memahami hakikat agama. Semoga Allah menjadikan kita pemilik keyakinan yang teguh lagi kokoh.

Silahkan klik gambar, kemudian pilih tab baru untuk memperjelas maknanya


Posting Komentar

0 Komentar