Fardhu Wudhu dan Permasalahannya

Menyingkap Permasalah dalam Kitab Fathul Qarib

Fardhu-fardhu Wudhu dan Permasalahannya

KEMBALI KE DAFTAR ISI

Silahkan tekan gambar lalu pilih tab baru untuk memperjelas makna: menyingkap Permasalah dalam Kitab Fathul Qarib

KETERANGAN 

Fardhunya wudhu ada 6 perkara;

Pertama, niat yaitu menyengaja sesuatu bersamaan dengan melakukannya, dan jika tidak bersamaan disebut 'azm besertaan dengan membasuh permulaan bagian dari wajah, bukan dengan seluruh wajah, sebelum atau setelahnya. Maka ketika membasuh bagian tersebut berniat menghilangkan hadats, atau diperbolehkan melakukan ibadah yang membutuhkan wudhu, atau niat fardhunya wudhu atau wudhu saja, atau bersuci dari hadats, dan seandainya tidak ditambah dari hadats, maka tidak sah. Apabila niat sebagaimana yang telah dipertimbangkan dan menambah niat membersihakan atau menyegarkan, maka sah wudlunya.

DALIL

يأيها الذين ءامنوا إذا قمتم إلى الصلوة فاغسلوا وجوهكم وأيديكم إلى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم إلى الكعبين (المائدة: 6)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS. Almaidah:6)

وعن حمران: - أن عثمان - - دعا بوضوء فغسل كفيه ثلاث مرات, ثم مضمض واستنشق واستنثر ثم غسل وجهه ثلاث مرات, ثم غسل يده اليمنى إلى المرفق ثلاث مرات ثم اليسرى مثل ذلك ثم مسح برأسه ثم غسل رجله اليمنى إلى الكعبين ثلاث مرات ثم اليسرى مثل ذلك ثم قال: رأيت رسول اللہ ﷺ توضأ نحو وضوئي هذا (متفق عليه)

Dari Humran, bahwasannya Utsman meminta air wudlu, kemudian ia membasuh telapak tangannya 3 kali, lalu berkumur dan menghirup air dengan hidung dan mengeluarkannya, lalu membasuh wajah 3 kali, lalu membasuh tangan kanan sampai dengan siku 3 kali, lalu tangan kiri sebagaimana yang kanan, lalu menyapu kepala, kemudian membasuh kaki kanan sampai dengan kedua mata kaki 3 kali, lalu kaki kiri sebagaimana kaki kanan, kemudian ia berkata: "Aku melihat Rasulullah berwudlu sebagaimana wudluku ini". (HR. Bukhari Muslim)

إن أمتي يأثون يوم القيامة غزا محجلين من أثر الوضوء فمن استطاع منكم أن يطيل غرته فليفعل (متفق عليه)

Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bersinar wajah, kedua tangan dan kakinya karena bekas wudlu, sehingga barang siapa diantara kalian mampu melebihkan basuhannya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari Muslim)

MUSYKILAT DAN TANYA JAWAB 

1. Apa hikmah dari wudlu?

JAWABAN:

Karena shalat merupakan munajat kepada Tuhan, maka diperintahkan bersuci.

حواشي الشرواني والعبادي على تحفة المحتاج ۱۹۷/۱ دار الفكر ۱۹۹۷

(قوله: وهو معقول المعنى) خلافا للإمام ومن تبعه نهاية أي حيث أقره عبارته قال الإمام وهو تعبد لا يعقل معناه لأن فيه مسحا ولا تنظيف فيه ا ه قال البجيري عليه وهو ضعيف والمعتمد أنه معقول المعنى لأن الصلاة مناجاة للرب تعالى قطيب التنظيف لأجلها

Menyingkap Permasalah dalam Kitab Fathul Qarib

2. Kenapa harus niat dalam wudlu?

JAWABAN:

Karena berdasarkan hadits Nabi saw.:

إنما الأعمال بالنيات (متفق عليه)

Sesungguhnya setiap perbuatan itu menurut niatnya. (HR. Bhukhari Muslim)

أسنى المطالب شرح روض الطالب ۸۰/۱ دار الكتب العلمية ٢٠٠١

(وفروضة سيئة الأول التية) لخبر الصحيحين {إنما الأعمال بالنيات} أي الأعمال المعتد بها شرعا وحقيقتها لغة القضد وشرعا قصد الشّيء مقترنا بفعله وحكمها الوجوب كما علم وتحلها القلب والمقصود بها تمييز العبادة عن العادة أو تمييز رتبها | (قوله لخبر الصحيحين [إنما الأعمال إلخ) ولأن الوضوء عبادة فعلية محضة فاعتبر فيه التية كالصلاة فخرج بالعبادة الأكل وتخوة وبالفعلية الآذان والخطبة ونحوهما وبالمخضة العدة وستر العورة ونحوهما

Menyingkap Permasalah dalam Kitab Fathul Qarib

3. Kapankah waktu niat ketika wajahnya tidak mungkin dibasuh karena sakit?
JAWABAN:
Niatnya adalah besertaan dengan permulaan basuhan atau usapan yang wajib ia lakukan pada anggota wudlu setelah wajah, sehingga ketika yang bisa hanya kaki, maka niatnya ialah saat membasuh kaki.
REFERENSI:
4. Bagaimanakah niat wudlu ketika wajahnya diperban?
JAWABAN:
Wajib mengusap perban dengan air dan disertai niat.
REFERENSI:

5. Kenapa tetap sah ketika diniati ganda antara wudlu dan membersihkan atau menyejukkan diri?
JAWABAN:
Karena masing-masing dari membersihkan dan menyejukkan diri itu tercapai tanpa adanya niat sebagaimana niat shalat dan menghindari penagih hutang.
REFERENSI 

6. Apakah ketika menyekutukan niat antara ibadah dan selainnya tetap mendapatkan pahala?
JAWABAN:
Menurut Al-Ghazali, memandang yang lebih dominan, jika dominan tujuan dunia, maka tidak mendapat pahala, namun jika dominan tujuan agama, maka sesuai dengan kadarnya, dan jika setara maka saling menggugurkan. Sedangkan menurut Ibn Abd As-Salam tidak dapat pahala secara mutlak.
REFERENSI 
Fardhu wudhu selanjutnya

PENJELASAN 
KEDUA, membasuh seluruh wajah, batasan wajah secara memanjang ialah antara bagian tumbuhnya rambut secara umum dan akhir kedua sisi dagu, yaitu dua tulang penopang tumbuhnya gigi bawah, dan batasannya secara melebar ialah bagian antara kedua telinga. Apabila pada wajah terdapat rambut yang tipis atau lebat, maka wajib membasuhnya beserta kulit dibawahnya. Jenggot laki-laki yang lebat, sekiranya lawan bicara tidak bisa melihat kulit dari sela-selanya, cukup membasuh bagian luarnya saja, berbeda dengan yang tipis, sekiranya lawan bicara dapat melihat kulitnya, maka wajib membasuh hingga kulitnya. Dan berbeda juga dengan jenggot perempuan dan khunsa, maka wajib membasuhnya hingga kulit meskipun lebat. Dan wajib besertaan membasuh wajah untuk membasuh bagian dari kepala, leher, dan bawah dagu. KETIGA, membasuh kedua tangan hingga siku-siku, dan wajib membasuh bulu, bisul, jari tambahan dan kuku-kuku yang berada di kedua tangan, begitujuga wajib menghilangkan kotoran dibawah kuku yang dapat menghalangi air.
MUSYKILAT DAN TANYA JAWAB 
1. Bagaimana ketika seseorang memiliki dua wajah
JAWAB
Wajib membasuh keduanya
REFERENSI:

2. Kenapa cukup membasuh bagian luar dari jenggot laki-laki yang lebat?
JAWABAN:
Karena sesuai dengan yang dilakukan Nabi saw., dan membasuh bagian dalam itu menyulitkan.
REFERENSI:

3. Kenapa jenggot perempuan atau khunsa (berkelamin ganda) yang lebat tetap wajib dibasuh sampai kulit bagian dalam?
JAWABAN:
Karena hal tersebut langka, disamping itu juga disunahkan bagi perempuan untuk mencukurnya
REFERENSI:

4. Kenapa sebagian dari kepala dan leher serta bawah dagu juga harus dibasuh?
JAWABAN:
Karena untuk memastikan kesempurnaan basuhan wajah.
REFERENSI 
Faedhu wudhu selanjutnya adalah

KETERANGAN 
KEEMPAT, mengusap sebagian kepala atau sebagian rambut yang berada pada batasan kepala. Tidak ditentukan hanya tangan untuk mengusap, tetapi diperbolehkan menggunakan kain dan selainnya. Apabila membasuh kepala sebagai ganti mengusap, maka diperbolehkan. Jika meletakkan tangan yang basah pada kepala tanpa menggerakkannya juga diperbolehkan. KELIMA, membasuh kedua kaki hingga mata kaki apabila tidak memakai muzah, dan jika memakainya maka yang menjadi kewajiban adalah mengusap muzah atau membasuh kedua kaki. Dan wajib membasuh rambut, bisul dan jari tambahan yang berada dikedua kaki. KEENAM, berurutan sebagaimana cara yang telah disebutkan, apabila keempat anggota wudhu dibasuh sekaligus maka hanya menghilangkan hadats wajah saja.
MUSYKILAT DAN TANYA JAWAB 
1. Kenapa cukup mengusap sebagian kepala?
JAWABAN:
Karena umumnya kepala tertutup, maka cukup minimal mensucikan
REFERENSI 

تحفة المحتاج في شرح المنهاج ١١٤/١
وإنما أكتفي بمسح جزء من الرأس لأنه مستور غالبا فكفاه أدنى طهارة لأن المقصود يحصل بذلك
2. Kenapa mengusap kepala boleh diganti dengan membasuh?
Jawaban:
Karena tujuan dari mengusap, yaitu basah, telah tercapai dengan cara membasuh
REFERENSI:

حاشية الباجوري على ابن قاسم الغزي ٥٢/١ مكتبة الهداية سورابايا
(قوله ولو غسل رأسه جاز) -إلى أن قال- وإنما جاز ذلك لأن المقصود من المسج وهو البلل حاصل بالعسل وزيادة وهذا هو المراد بقولهم لأن فيه مسحا وزيادة وإلا فحقيقة النسج غير حقيقة الغسل

3. Kenapa cukup meletakkan tangan yang basah tanpa menggerakkannya?
JAWABAN:
Karena tercapainya maksud dengan meletakkan tangan, yaitu mengusap, karena tidak disyaratkan menggerakkan tangan
REFERENSI 
قوت الحبيب الغريب ۲۹ دار الكتب العلمية ٢٠٠٤
(جاز) لحصول المقصود بوضع اليد وهو المسح إذ لا يشترط مدها

4. Kenapa wudlu terbatas pada empat anggota itu saja?
Jawaban:
Karena anggota itulah tempat terjadinya dosa, atau karena Nabi Adam menghadap pada pohon terlarang dengan wajahnya, berjalan dengan kakinya, memetik dengan tangannya dan menyentuh daun dengan kepalanya
REFERENSI 
حواشي الشرواني والعبادي على تحفة المحتاج ۱۹۷/۱ دار الفكر ۱۹۹۷
(قوله: وهو معقول المعنى) -إلى أن قال- وخضت الأعضاء الأربعة بذلك لأنها تحل اكتساب الخطايا أو لأن آدم توجه إلى
الشجرة بوجهه ومشى إليها برجليه وتناول منها بيديه ومش برأسه ورقها والتعبدي أفضل من معقول المعنى لأن الامتثال
فيه أشد كما في الفتاوى الحديثية لابن حجراه

5. Kenapa ketika memakai muzah, yang wajib adalah mengusap muzah?
Jawaban:
Karena adanya kebutuhan yang menuntut untuk memakai muzah, sehingga melepasnya setiap kali wudlu itu memberatkan
REFERENSI 
نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج ۱۹۸/۱ دار الكتب العلمية ٢٠٠٣
باب مسح الخف مراده به الجنس لأنه لو أراد أن يغسل رجلًا ويمسح على الأخرى كان ممتنعا ولما أن كان المتوضئ مخيرا بين غسل رجليه والمسح على الخفين ناسب أن يذكره عقب الوضوء وذكره في الروضة كالرافعي عقب التيثم لأنهما مسخان يجوزان الإقدام على الصلاة ونحوها والأصل في مشروعيته أخبار منها خبر جرير بن عبد الله البجلي أنه قال: {رأيت رسول اللہ ﷺ بال ثم توضأ ومسح على خفيه} قال الترمذي: وكان يعجبهم حديث جرير لأن إسلامه كان بعد نزول المائدة: أي فلا يكون الأمر الوارد فيها بغسل الرجلين ناسخا للمسح كما ذهب إليه بعض الصحابة قال ابن المنذر: روينا عن الحسن البصري أنه قال: حدثني سبعون من الصحابة (أن رسول الله ﷺﷺ مسح على الخف} ولأن الحاجة إلى دفع الحر والبرد داعية إلى لبسه ونزعه لكل وضوء يشق فجوز المسح عليه (قوله: ولأن الحاجة إلخ) عطف على أخبار من حيث المعنى فكأنه قال: وهو مشروع لأخبار ولأن إلخ


Posting Komentar

0 Komentar